Rabu, 12 Oktober 2016

Dia Ibuku



Dia wanita pertama yang saya lihat di bumi
Dia segalanya, dia beitu indah,
dia manis, dia cantik,
dia lembut, dia penyayang,
dia selalu memanjakanku
dia wanita yang kuat, dia rela berkorban
dia selalu ceria, dia selalu tersenyum,
dia hebat, dia luar biasa
dia zona aman dan nyamanku
dia panutanku selama ini
dia terbaik

Namun...

Dia bohong
dia bohong kalau dia selalu ceria
dia bohong kalau dia selalu tersenyum
dia bohong kalau dia adalah wanita kuat
dia tidak terbuka atas penyakitnya
dia tidak pernah mengeluh di depan putri bungsunya
dia pandai menutupi penderitaannya selama ini yang dia rasakan
dia sukses membuatku kecewa
dia sukses membuat hatiku hancur berkeping-keping
dia sukses membuatku  terluka
dia sukses menghilangkan kebahagianku selama ini

Dia telah menjauh dari dekapanku
dia menghilang seketika dari hidupku
dia tidak berada di sisi dan didekat ku lagi
dia telah berpulang dan tak kembali untuk menemuiku

Kini..

Dia tinggalah kenangan yang kasihnya selalu  ku ingat dan senyumannya yang slalu terbayang
dia telah menjadi malaikat di hati kecilku
dia laksana bintang yang terang cahayanya selalu ku nantikan
dia laksana matahari yang kehangatannya selalu ku rindukan
dia adalah mimpi yang slalu ku harapkan
dia adalah nama yang slalu  terselip dalam setiap doaku
dia permata hatiku
dia sosok ibu yang sempurna untukku

aku... orang yang paling merindukan dirimu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar